. untuk pembentukan dan reaktifitasnya dapat kita pahami pada penjelasan berikutnya :)
.
.
.
Sifat senyawa
organologam yang umum ialah atom karbon yang lebih elektronegatif daripada
kebanyakan logamnya. Senyawa komplek logam (biasanya logam-logam transisi)
merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih ikatan logam-karbon. Senyawa
organologam terdiri dari atom pusat dan ligan.
Konsep
dasar Organologam dan Reaksi-reaksi Pembentukan Organologam
Pada
dasarnya Organologam prinsipnya yaitu atom-atom Karbon dari gugus organik
terikat kepada atom logam. Konsep ini yang mendasari Organologam, sehingga
banyak cara untuk menghasilkan ikatan-ikatan logam pada Carbon yang berguna
bagi kedua logam transisi dan non-transisi. Beberapa yang lebih penting adalah
sebagai berikut:
1. Reaksi
Logam langsung
sintesis yang paling awal oleh ahli kimia Inggris,
Frankland dalam tahun 1845 adalah interaksi antara Zn dan suatu
alkil Halida. Adapun yang lebih berguna adalah penemuan ahli kimia Perancis,
Grignard yang dikenal sebagai pereaksi Grignard. Contohnya :
Interaksi
langsung alkil atau aril Halida juga terjadi dengan Li, Na, K, Ca, Zn dan Cd.
2. Penggunaan
zat pengalkilasi.
Senyawa ini
dimanfaatkan untuk membuat senyawa organologam lainnya. Kebanyakan Halida
nonlogam dan logam atau turunan Halida dapat dialkilasi dalam eter atau pelarut
hidrokarbon, misalnya :
4. Reaksi
Oksidatif adisi
Reaksi yang dikenal sebagai reaksi Oksa dimana Alkil atau
Aril Halida ditambahkan pada senyawa logam transisi Koordinasi tidak jenuh
menghasilkan ikatan logam Karbon. Contohnya:
5. Reaksi
Insersi
reaksi yang
menghasilkan ikatan-ikatan dengan Karbon, sebagai contoh:
Sifat senyawa organologam yang umum ialah dimilikinya atom karbon yang lebih elektronegatif daripada kebanyakan logamnya. Terdapat beberapa kecenderungan jenis-jenis ikatan yang terbentuk pada senyawaan organologam:
a. Senyawaan ionik
dari logam elektropositif
Senyawaan organo
dari logam yang relatif sangat elektropositif umumnya bersifat ionik, tidak
larut dalam pelarut organik, dan sangat reaktif terhadap udara dan air. Senyawa
ini terbentuk bila suatu radikal pada logam terikat pada logam dengan
keelektropositifan yang sangat tinggi, misalnya logam alkali atau alkali tanah.
Kestabilan dan kereaktifan senyawaan ionik ditentukan dalam satu bagian oleh
kestabilan ion karbon. Garam logam ion-ion karbon yang kestabilannya diperkuat
oleh delokalisasi elektron lebih stabil walaupun masih relatif reaktif. Adapun
contoh gugus organik dalam garam-garaman tersebut seperti (C6H5)3C-Na+ dan (C5H5)2Ca2+.
b. Seyawaan yang
memiliki ikatan -σ (sigma)
Senyawaan organo
dimana sisa organiknya terikat pada suatu atom logam dengan suatu ikatan yang
digolongkan sebagai ikatan kovalen (walaupun masih ada karakter-karakter ionik
dari senyawaan ini) yang dibentuk oleh kebanyakan logam dengan
keelektropositifan yang relatif lebih rendah dari golongan pertama di atas, dan
sehubungan dengan beberapa faktor berikut:
1. Kemungkinan penggunaan orbital d yang lebih tinggi, seperti pada SiR4 yang
tidak tampak dalam CR4.
2. Kemampuan donor alkil atau aril dengan pasangan elektron menyendiri.
3. Keasaman Lewis sehubungan dengan kulit valensi yang tidak penuh
seperti ada BR2 atau koordinasi tak jenuh seperti ZnR2.
4. Pengaruh
perbedaan keelektronegatifan antara ikatan logam-karbon (M-C) atau
karbon-karbon (C-C).
c. Senyawaan yang
terikat secara nonklasik
Dalam banyak
senyawaan organologam terdapat suatu jenis ikatan logam pada karbon yang tidak
dapat dijelaskan dalam bentuk ionik atau pasangan elektron/kovalensi. Misalnya,
salah satu kelas alkil terdiri dari Li, Be, dan Al yang memiliki gugus-gugus
alkil berjembatan. Dalam hal ini, terdapat atom yang memiliki sifat kekurangan
elektron seperti atom boron pada B(CH3)3. Atom B termasuk atom golongan IIIA,
dimana memiliki 3 elektron valensi, sehingga cukup sulit untuk membentuk
konfigurasi oktet dalam senyawaannya. Ada kecenderungan untuk memanfaatkan
orbital-orbital kosong pada atom B dengan menggabungkannya pada gugus suatu
senyawa yang memiliki kelebihan pasangan elektron menyendiri.
PERMASALAHAN
1. mengapa pada sifat
senyawa organologam yang umum ialah dimilikinya atom karbon yang lebih
elektronegatif ?
2. bagaimana sifat
reaktivitas dari logam Li,
Na, K, Ca, Zn dan Cd dan apa saja yang mempengaruhi nya?
3. berikan penjelasan tentang
faktor-faktor Seyawaan yang memiliki ikatan -σ (sigma) ?