Kamis, 01 Februari 2018

MEKANISME REAKSI ELIMINASI PADA ALKIL HALIDA DAN ALKOHOL

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan postingan tentang mekanisme reaksi eliminasiyang mana sudah diketahui bahwa reaksi eliminasi adalah reaksi penghilangan. pada alkohol reaksi ini sering juga disebut reaksi dehidrasi karena kehilangan atom hidrogen. yang sebelumnya saya sudah memposting mengenai reaksi subsitusi. mekanisme hanya sedikit berbeda lebih lengkapnya lihat penjelasan selanjutnya :)
.
.


Alkil Halida paling banyak ditemui sebagai zat antara dalam sintesis. Mereka dengan mudah diubah ke dalam berbagai jenis senyawa lain, dan dapat diperoleh melalui banyak cara Reaksi eliminasi melibatkan pelepasan HX, dan hasilnya adalah suatu alkena. Banyak sekali modifikasi terhadap reaksi ini, tergantung pada pereaksi yang digunakan. Jika alkil halida mempunyai atom hidrogennya pada atom karbon yang bersebelahan dengan karbon pembawa halogen akan bereaksi dengan nukleofil, maka terdapat dua kemungkinan reaksi yang bersaing, yaitu substitusi dan eliminasi.
Contoh nya pada reaksi berikut :

Seringkali reaksi substitusi dan eliminasi terjadi secara bersamaan pada pasangan pereaksi nukleofil dan substrat yang sama. Reaksi mana yang dominan, bergantung pada kekuatan nukleofil, struktur substrat, dan kondisi reaksi.

Mekanisme Reaksi E1
Mekanisme reaksi E1 merupakan alternatif dari mekanisme reaksi SN1. Karbokation dapat memberikan sebuah proton kepada suatu basa dalam reaksi eliminasi. Mekanisme reaksi E1 terdiri dari dua tahap. Perhatikan contoh berikut :

Tahap 1.

Tahap 1 reaksi E1 berjalan lambat. Tahap lambat atau penentuan ialah tahap ionisasi dari substrat yang menghasilkan ion karbonium

 
Tahap 2.

Tahap 2 reaksi E1 berjalan cepat.
 
Mekanisme Reaksi E2 
Reaksi E2 adalah proses satu tahap. Nukleofil bertindak sebagai basa dan mengambil proton (hidrogen) dari atom karbon yang bersebelahan dengan karbon pembawa gugus pergi. Pada waktu yang bersamaan, gugus pergi terlepas dan ikatan rangkap dua terbentuk. Reaksi E2
Alkohol pada umumnya mengalami reaksi eliminasi jika dipanaskan dengan katalis asam kuat, misalnya H2SO4 atau asam Fosfat (H3PO4) untuk menghasilkan alkena dan air. Asam sulfat pekat akan menimbulkan banyak reaksi sampingan. Katalis ini mengoksidasi beberapa alkohol menjadi karbon dioksida dan disaat  yang sama tereduksi dengan sendirinya menjadi sulfur oksida.
Gugus hidroksil bukan merupakan gugus pergi yang baik, akan tetapi di bawah kondisi asam, gugus hidroksil dapat diprotonasi. Ionisasi akan menghasilkan suatu molekul air dan kation , yang selanjutnya dapat mengalami deprotonasi untuk memberikan alkena.
Reaksi eliminasi alkohol menjadi alkena dapat juga disebut dehidrasi, karna adanya pelepasan H20.
Seperti halnya dengan reaksi substitusi, reaksi elimanasi juga mempunyai dua mekanisme, yaitu mekanisme E2 dan E1.
Dehidrasi alkohol sekunder dan alkohol tersier adalah reaksi E1 (eliminasi 1) yang melibatkan pembentukan karbokation

dehidrasi alkohol primer adalah reaksi E2 (eliminasi 2) dimana hanya terjadi satu tahap, yaitu tahap pertama asam akan memprotonasi oksigen dari alkohol, proton diserang oleh basa dan membentuk ikatan rangkap karbon-karbon (C=C) melalui lepasnya molekul air


Perbedaan antara E1 dan E2 
 



Permasalahan

1. mengapa pada mekanisme E2 tidak terjadi pembentukan karbokation ?
2. bagaimana keadaan nukleofil yang akan mendominasi mekanisme suatu eliminasi ?
3. apa tujuan penambahan asam sulfat ( H2SO4 ) dan asam fospat ( H3PO4 ) pada mekanisme eliminasi pada alkohol  ?
 

 

3 komentar:

  1. Saya desi ratna sari dengan nim A1C116068, saya akan membantu anda dalam permasalahan nomor 3. Alkohol pada umumnya menjalani reaksi eliminasi jika dipanaskandengan katalis asam kuat, misal H2SO4 atau asam fosfat (H3PO4)" untuk menghasilkan alkena dan air.
    Asam sulfat pekat akan menimbulkan banyak reaksisampingan. Katalis ini tidak hanya bersifat asam, tetapi juga merupakan agen pengoksidasi kuat.katalis ini mengoksidasi beberapa alkohol menjadi karbon dioksida dan disaat yang sama tereduksi dengan sendirinya menjadi sulfur oksida. Kedua gas ini (karbon dioksida dan sulfur oksida! harus dikeluarkan dari alkena

    BalasHapus
  2. nama saya dolla mulyana harnas dengan nim A1C116080 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1
    Reaksi E2 berjalan tidak lewat suatu karbokation sebagai zat-antara, melainkan berupa reaksi serempak (concerted reaction) yakni terjadi pada satu tahap, sama seperti reaksi SN2.
    1. Basa membentuk ikatan dengan hidrogen
    2. Elektron-elektron C-H membentuk ikatan pi
    3. Brom bersama sepasang elektronnya meninggalkan ikatan sigma C-Br.

    BalasHapus
  3. Saya akan coba menjawab pertanyaan no.2 yang mana Jika reaksi ini dilakukan dalam keadaan hangat atau panas (yang mana meningkatkan entropi), Reaksi eliminasi E1 akan mendominasi, mengakibatkan pembentukan alkena

    BalasHapus