baiklah pada kesempatan kali ini saya akan mebagikan informasi mengenai Reaksi Adisi. kita tau reaksi adisi ini adalah reaksi pemutudan ikatan rangkap Reaksi adisi terjadi
pada senyawa tak jenuh. Molekul tak jenuh dapat menerima tambahan atom atau
gugus dari suatu pereaksi. Dua contoh pereaksi yang mengadisi pada ikatan
rangkap adalah brom dan hidrogen. Adisi brom biasanya merupakan reaksi cepat,
dan sering dipakai sebagai uji kualitatif untuk mengidentifikasi ikatan rangkap
dua atau rangkap tiga yook disimak selanjutnya ---> :)
Contoh
: reaksi Adisi Elektrofilik Hidrogen
Bromida
Secara umum dapat dikatakan mekanisme reaksi adisi
alkena adalah serangan electrophile pada karbon yang kurang tersubstitusi
pada tahap pertama dan
serangan nucleophile pada karbon yang lebih tersubstitusi pada tahap kedua
Bila alkena yang bereaksi adalah propena (alkena tak
simetris karena substituen yang terikat pada karbon alkena tidak sama), maka
ada dua kemungkinan produk yang terbentuk karena gugus OH dapat
masuk pada karbon CH2 atau karbon CH3CH
.
Penalaran
Markovnikov
Markovnikov
merumuskan aturan berdasar pengamatan eksperimen, Adisi HX pada alkena dirujuk
sebagai reaksi regioselektif (Latin: regio berarti arah), suatu reaksi dimana
satu arah adisi pada alkena tak simetris lebih melimpah dari dari yang lain.
Selektifan ini menghasilkan karbokation antara yang lebih stabil dari antara
dua yang mungkin.
Urutan
kestabilan karbokation ialah tersier > sekunder > primer. Untuk propena,
kedua
posisi adisi H+ akan menghasilkan :
1)Karbokation primer; tak stabil, berenergi tinggi;
2)Karbokation sekunder, lebih stabil, bernergi lebih rendah.
Keadaan-keadaan
transisi menuju ke zat-antara (intermediet) ini mempunyai karakter karbokation.
Oleh karena itu karbokation sekunder memiliki keadaan–transisi yang berenergi
lebih-rendah dan dengan laju pembentukan yang lebih cepat. Karbokation
akan menjadi stabil jika ada subtituen disekitarnya dapat menyumbangkan
elektron, karena adanya efek induksi dan Hiperkonjugasi.
Pada tahap pembentukan karbokation juga
dapat terjadi reaksi penataan ulang untuk menghasilkan karbokation yang lebih
stabil. Reaksi pembentukan karbokation berlangsung lambat dan menjadi tahap
penentu laju reaksi. Produk utama dari reaksi adisi dibentuk dari salah satu
intermediet yang lebih stabil.
Permasalahan
2. bagaimana pengaruh efek induksi dan
hiperkonjugasi pada suatu reaksi adisi?
3. bagaimana meramalkan suatu reaksi adisi
apakah menjalani reaksi anti markofnikov atau markovnikov ?
Saya akan menjawab no.1
BalasHapusAturan anti Markovnikov ini hanya berlaku pada reaksi alkena dengan HBr yang dibantu oleh kehadiran suatu peroksida. Kehadiran suatu peroksida dalam reaksi menyebabkan H-Br mengalami pemutusan homolitik, sehingga dihasilkan radikal bebas Br. Radikal bebas Br ini selanjutnya menyebabkan reaksi adisi tersebut berlangsung dengan mekanisme radikal bebas, sehingga menghasilkan produk mayor berupa produk anti Markovnikov. Hal ini disebabkan oleh sifat alamiah dari ikatan H-Br yang mudah mengalami pemutusan homolitik dan ikatan C-Br yang terbentuk juga bersifat stabil. Oleh karena itu, aturan ini tidak berlaku pada reaksi adisi antara alkena dengan asam halida yang lain.
Jawaban permasalahan no. 2 : Keadaan-keadaan transisi menuju ke zat-antara (intermediet) ini mempunyai karakter karbokation. Oleh karena itu karbokation sekunder memiliki keadaan–transisi yang berenergi lebih-rendah dan dengan laju pembentukan yang lebih cepat. Karbokation akan menjadi stabil jika ada subtituen disekitarnya dapat menyumbangkan elektron, karena adanya efek induksi dan Hiperkonjugasi. Pada tahap pembentukan karbokation juga dapat terjadi reaksi penataan ulang untuk menghasilkan karbokation yang lebih stabil.
BalasHapusDisini saya akan menjawab permasalahan no.3. Mengenai bagaimana cara memprediksi produk reaksi adisi:
BalasHapusHal tersebut tidak bisa di ramalkan, Kita dapat mengatakan bahwa produk yang terbentuk lebih cepat akan menjadi produk dominan dalam campuran. Dan kenyataannya kecepatan pembentukkan produk satu 100 kali lebih cepat dibanding produk yang lain. Sehingga secara teknis praktis hanya satu produk yang dapat diamati. Dengan kata lain produk yang diramalkan adalah produk yang laju pembentukannya lebih cepat.Masalahnya adalah bila ada dua kemungkinan, kita harus bisa menentukan produk mana yang terjadi dengan laju lebih cepat . Hal ini tergantung energi aktivasi untuk mencapai keadaan teraktifkan . Reaksi dengan energi keadaan transisi lebih rendah akan berlangsung lebih cepat dan menghasilkan produk lebih melimpah.